Langsung ke konten utama

ISLAMIC STORIES #5

Kesabaran Rasulullah Terhadap Iming-Iming dan Ancaman


Rabu, 22 November 2006 - Pukul: 17:17 WIB



Orang-orang Quraisy (Makkah) mencoba cara yang lain dalam menghentikan dakwah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, yaitu sebuah cara yang terkumpul di dalamnya Targhieb (iming-iming) dan Tarhieb (ancaman). Diutuslah seorang utusan kepada beliau untuk menawarkan dunia yang beliau kehendaki (sebagai ganti kesediaan beliau meninggalkan dakwah Islamiyah), dan diutus pula seorang utusan kepada paman­nya yang selalu melindungi rasulullah dan dakwahnya untuk memberi peri­ngatan kepadanya agar melepas pembelaannya dan jaminan pertolongannya kepada keponakannya yaitu Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan meminta­nya agar menghentikan Muhammad dan agamanya.


Pada suatu hari para tokoh (pembesar) Quraisy mendatangi Abu Thalib, mereka berkata kepadanya: Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang yang kami tokohkan, dan engkau memiliki kemuliaan dan kedudukan di kaum kami, kami telah memintamu agar engkau melarang keponakanmu tetapi engkau tidak melarangnya, demi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kami tidak sabar atas hal ini; nenek moyang kami dicela, kaum cerdik kami dibodohkan, dan tuhan-tuhan kami dicemoohkan. Engkau lakukan permintaan kami, ataukah kami yang akan mencegah perbuatan keponakanmu itu, atau bahkan kami umumkan perang sedang engkau masih tetap dalam kebisuanmu (tidak mau bertindak), hingga salah satu dari dua kubu itu menemui kehancuran.

Ancaman dan peringatan keras dari tokoh-tokoh Quraisy ini terasa berat membebani benak Abu Thalib, dia masih keberatan jika berpisah dengan kaumnya dan bermusuhan dengan mereka, sedang­kan dia juga tidak mau menyerahkan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam keponakannya kepada mereka, dan dia juga tidak rela jika keponakannya dihinakan dan direndahkan. Akhirnya dia menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, lalu berkata kepadanya: "Wahai keponakanku, sesungguhnya kaummu telah menda­tangiku dan memberitahukan kepadaku tentang hal ini dan itu, juga meminta kepadaku agar aku berbuat ini dan itu, maka sekarang cukuplah kita dengan apa yang selama ini aku dan dirimu meyakininya. Janganlah engkau membebaniku dengan perkara yang aku tidak kuat memikulnya begitu juga engkau, maka tariklah perkataanmu tentang kaummu yang mana hal itu sangat dibenci oleh mereka".

Tetapi Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam tetap kokoh di atas dakwahnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, tidak sedikitpun dipengaruhi oleh celaan orang yang mencela, karena beliau di atas kebenaran, dan beliau tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meno­long agama-Nya dan meninggikan agama-Nya.

Maka tatkala Abu Thalib melihat keteguhan keponakannya yang begitu kokoh, dan dia telah putus asa membujuknya agar memenuhi permintaan kaum Quraisy untuk meninggalkan dakwahnya mengajak manusia kepada tauhid, dia berkata: "Demi Allah, tidak akan mengenaimu makar-makar mereka hingga aku tertimbun tanah dan rata dengan debu. Maka teruskanlah urusan dakwahmu jangan sedikitpun merasa rendah diri. Berilah kabar gembira dan sejukkan dengan beritamu itu beberapa pandangan mata"

Sumber: Muqawwimat ad-Da'iyat an-Najih Fi Dhau'i al-Kitab wa as-Sunnah Mafhumun wa Nadharun wa Tathbiqun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISLAMIC STORIES #10

Perang Badar Kubra bag.I (sebab terjadinya perang) Ahad, 26 November 2006 - Pukul: 01:33 WIB Alkisah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menerima kabar bahwa sebentar lagi kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan kaum muslimin dan kemudian bersabda kepada mereka, "Kafilah bangsa Quraisy sebentar lagi akan lewat. Mereka pasti membawa harta. Maka pergilah kalian untuk memerangi mereka! Semoga Allah memberikan kalian kekuatan untuk mengkocar-kacirkan mereka." Sementara itu, Abu Ayyub al-Anshari meriwayatkan: Pada saat kami berada di Madinah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku telah mendapatkan kabar bahwa kafilah Abu Sufyan tak lama lagi akan datang dari Syam. Maka, sepakatkah kalian bila kita menghadang dan menyerang mereka? Sebab, bisa jadi Allah akan memberikan kita kekuatan untuk mengambil harta rampasan...

ISLAMIC STORIES #12

Perang Badar Kubra bag.3 (sebelum dimulai peperangan) Kamis, 07 Desember 2006 - Pukul: 04:08 WIB Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan bagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Ini hanyalah sekedar pedapat, stategi, dan taktik perang." Maka Habab berkata, "Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sam...

ISLAMIC STORIES #2

Cerita Abu Qudamah Senin, 11 Desember 2006 - Pukul: 09:53 WIB Abu Qudamah dahulu dikenal sebagai orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tidak pernah dia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali dia selalu ikut serta bertempur di pihak kaum muslimin. Suatu ketika saat ia sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, ada seseorang yang menghampirinya seraya berkata: "Hai Abu Qudamah, anda adalah orang yang gemar berjihad di jalan Allah, maka ceritakanlah peristiwa paling ajaib yang pernah kau alami dalam berjihad." "Baiklah, aku akan menceritakannya bagi kalian," kata Abu Qudamah. "Suatu ketika aku berangkat bersama beberapa sahabatku untuk memerangi kaum Salibis di beberapa pos penjagaan dekat perbatasan. Dalam perjalanan itu aku melalui kota Raqqah (sebuah kota di Irak, dekat sungai Eufrat). Di sana aku membeli seekor unta yang akan kugunakan untuk membawa persenjataanku. D...