Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 22, 2013

ISLAMIC STORIES #5

Kesabaran Rasulullah Terhadap Iming-Iming dan Ancaman Rabu, 22 November 2006 - Pukul: 17:17 WIB Orang-orang Quraisy (Makkah) mencoba cara yang lain dalam menghentikan dakwah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, yaitu sebuah cara yang terkumpul di dalamnya Targhieb (iming-iming) dan Tarhieb (ancaman). Diutuslah seorang utusan kepada beliau untuk menawarkan dunia yang beliau kehendaki (sebagai ganti kesediaan beliau meninggalkan dakwah Islamiyah), dan diutus pula seorang utusan kepada paman­nya yang selalu melindungi rasulullah dan dakwahnya untuk memberi peri­ngatan kepadanya agar melepas pembelaannya dan jaminan pertolongannya kepada keponakannya yaitu Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, dan meminta­nya agar menghentikan Muhammad dan agamanya. Pada suatu hari para tokoh (pembesar) Quraisy mendatangi Abu Thalib, mereka berkata kepadanya: Wahai Abu Thalib, engkau adalah orang yang kami tokohkan, dan engkau memiliki kemuliaan dan kedudukan di kaum kami, kam...

ISLAMIC STORIES #4

Keikhlasan Ali bin al-Husain Rabu, 13 Desember 2006 - Pukul: 19:19 WIB Dari Mundzir, dari Rabi’ bin Khutsaim diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Segala sesuatu yang dilakukan tidak untuk mencari keridhaan Allah, pasti akan pupus sirna.” Dari Abu Hamzah ats-Tsumali diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “dahulu Ali bin al-Husain biasa memanggul karung (makanan) setiap malam untuk disedekahkan. Dan beliau pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala . Dari Amru bin Tsabit berkata, “Tatkala Ali bin al-Husain meninggal dunia dan orang-orang memandikannya, tiba-tiba mereka melihat bekas-bekas menghitam dipunggungnya. Mereka lantas berkata, ‘Apa ini’ Sebagian mereka menjawab, ‘Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di madinah’.” Dari Ibnu Aisyah berkata, Ayahku pernah berkata, “Aku pernah mendengar penduduk Madinah menyatakan, ‘Kami terus menerus mendapatkan s...

ISLAMIC STORIES #3

IBRAHIM DAN ISMAIL MENINGGIKAN BAITULLAH Firman Allah, "Dan ingatlah ketika Ibrahim dan Ismail meninggikan fondasi Baitullah, sedang dia berkata, `Ya Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'" Dahulu, ketika keduanya meninggikan fondasi, keduanya berdoa kepada Allah agar kiranya Dia menerima amalnya, sedang hatinya bergetar karena khawatir tidak akan diterima, sebagaimana Allah menuturkan keadaan kaum mukmin yang ikhlas dalam firman-Nya, "Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati bergetar" karena khawatir amalnya tidak diterima. Diriwayatkan dari al-Bukhari rahimanullah dalam kitab Shahih-nya, dari Ibnu Abbas r.a., dia berkata, "Wanita pertama yang membuat ikat pinggang ialah ibunya Ismail. Dia membuatnya untuk (mengikat pakaian agar terjuntai ke tanah) agar menutupi jejak kakinya sehingga tak diketahui oleh Sarah. Kemudian Ibrahim membawa istri dan anaknya Ism...

ISLAMIC STORIES #2

Cerita Abu Qudamah Senin, 11 Desember 2006 - Pukul: 09:53 WIB Abu Qudamah dahulu dikenal sebagai orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tidak pernah dia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali dia selalu ikut serta bertempur di pihak kaum muslimin. Suatu ketika saat ia sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, ada seseorang yang menghampirinya seraya berkata: "Hai Abu Qudamah, anda adalah orang yang gemar berjihad di jalan Allah, maka ceritakanlah peristiwa paling ajaib yang pernah kau alami dalam berjihad." "Baiklah, aku akan menceritakannya bagi kalian," kata Abu Qudamah. "Suatu ketika aku berangkat bersama beberapa sahabatku untuk memerangi kaum Salibis di beberapa pos penjagaan dekat perbatasan. Dalam perjalanan itu aku melalui kota Raqqah (sebuah kota di Irak, dekat sungai Eufrat). Di sana aku membeli seekor unta yang akan kugunakan untuk membawa persenjataanku. D...

ISLAMIC STORIES #1

Apakah Kalian menyuruhku Meratap Karena Musibah Ini? Sabtu, 25 November 2006 - Pukul: 03:55 WIB Seorang tabi’in yang agung, Mutharif bin Abdillah adalah orang yang sangat sabar, kuat menanggung beban. Beliau tidak pernah mengeluh dengan lisannya, atau merintih tatkala menjelaskannya, bahkan beliau bersikap tegar ketika menghadapi musibah dan memadamkan api yang membakar hati manusia ketika kehilangan seorang anaknya. Pada suatu ketika seorang anaknya meninggal. Maka orang-orang berkumpul untuk takziyah kepadanya. Tatkala beliau keluar di tengah-tengah mereka, beliau menyisir rambut dan mengenakan baju yang bagus (seakan tidak sedang berkabung) hingga orang-orang terheran dan berkata:”Kami tidak suka melihat anda seperti ini wahai Mutharrif, sedangkan anakmu baru saja meninggal!” Beliau berkata kepada mereka: Apakah kalian menyuruhku untuk meratapi musibah ini? Demi Allah, kalau saja dunia dan seisinya menjadi milikku, lalu Allah menjanjikan seteguk air kepadaku karenanya, ...