Keutamaan dan Kasih Sayang Ibu
K.H. Abdullah Gymnastiar
K.H. Abdullah Gymnastiar
Hikam: "Dan Tuhanmu
telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu
berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang
diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah", dan
janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang
mulia." (QS. Al-Isra: 23).
Dari Abu Hurairah, dia
berkata, telah dating kepada Rasulullah saw, seorang laki-laki lalu bertanya:, "Wahai
Rasulullah, siapakah yang lebih berhak untuk saya pergauli dengan baik?"
Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian
siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian
siapa?" Beliau menjawab, "Ibumu" dia bertanya lagi, "Kemudian
siapa?" Beliau menjawab, "Ayahmu". (HR Muslim)
Dari isi Hadist terlihat
betapa Allah melalui Rasulullah menilai besarnya pengorbanan orang tua kita
terutama Ibu. Apa yang sudah ibu berikan kepada anaknya tidak dapat
dibandingkan dengan apapun di dunia ini.
Orang tua, terutama ibu
harus selalu kita hormati sepanjang hidup kita. Walaupun itu bukan orang tua
kita sendiri. Kalau kita menghormati semua orang tua, berarti kita menghormati
orang tua kita. Begitu juga bila kita memaki orang tua yang bukan orang tua
kandung, maka berarti kita memaki orang tua kita sendiri.
Memuliakan orang tua kita
bukan dengan memberinya harta yang berlimpah. Tetapi akhlak yang baik dari
anak-anaknya sudah membuat orang tua kita damai dan senang. Harta tidak dapat
dibandingkan dengan kemuliaan akhlak yang baik.
Kita sebagai anak harus
memohon, berjuang sekuatnya kepada Allah bila orang tua kita belum mendapat
hidayah dari Allah. Dan kita harus selalu menerima segala kekurangan orang tua
kita dengan lapang dada. (imm)
Komentar
Posting Komentar