Langsung ke konten utama

MENGENAL RASULULLAH #3

Pengutusan Rasulullah Dengan Risalah
Kamis, 07 Desember 2006 - Pukul: 08:36 WIB


Di Makkah Muhammad Sholallahu 'alaihi wasalam dikenal dengan sifat amanah. Beliau terkenal jujur dan mempunyai pemikiran yang lurus. Beliau tidak meminum khamr. Beliau tidak sujud kepada patung-patung. Dan beliau juga tidak bersumpah dengan nama tuhan-tuhan selain Allah.

Kemudian beliau dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala menyukai kesendirian. Beliau suka mengasingkan diri. Beliau berpikir dan merenung di gua Hiro'. Beliau menyepi selama bermalam-malam. Ini semua terjadi sebelum beliau diutus menjadi rasul. Setelah berumur empat puluh tahun, beliau menerima wahyu. Maka tidaklah beliau bermimpi, kecuali mimpi itu datang seperti menyingsingnya fajar. Ini adalah mimpi yang benar. Hal ini adalah awal mula turunnya wahyu.

Pada hari senin bulan Ramadhan, Malaikat Jibril mendatangi beliau dengan tiba-tiba. Ketika itu beliau di gua Hiro'. Jibril datang untuk pertama kalinya. Jibril berkata kepada beliau, "Bacalah!" Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Lalu Jibril mengambil beliau. Jibril memeluknya sampai beliau merasa sesak. Kemudian Jibril melepaskannya. Jibril berkata, "Bacalah!" Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Aku tidak bisa membaca.

Jibril menariknya lagi Jibril memeluk beliau lagi untuk yang kedua kalinya. Kemudian ia melepaskannya. Ia berkata lagi, "Bacalah!" Beliau menjawab lagi, "Aku tidak bisa membaca. Maka Jibril menariknya dan memeluknya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam "Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan. Ia menciptakan manusia dari segumpal darah." (QS. Al 'Alaq: 1-2)

Kemudian Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam kembali ke Makkah. Badan beliau menggigil ketakutan karena kejadian itu. Beliau menemui Khadijah Rhodiallahu 'anha. Beliau berkata,"Selimuti aku, selimuti aku." Maka Khadijah Rhodiallahu 'anha  menyelimuti beliau sampai hilang rasa takut dari diri beliau. Kemudian Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam menceritakan kejadian di gua. Beliau bercerita kepada sang istri.

Maka Khadijah Rhodiallahu 'anhapun mengajak Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam pergi menemui menemui sepupu Khadijah Rhodiallahu 'anha. Namanya Waraqah bin Naufal. Waraqah memiliki ilmu agama Nashrani. Maka Waraqah mengatakan kepada beliau,"Sesungguhnya malaikat ini adalah malaikat yang turun menemui Musa.

Peristiwa ini adalah permulaan yang turun dari Al Qur'anul Karim. Kemudian wahyu terputus dari Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam. Wahyu tidak turun selama beberapa waktu. Maka Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam menjadi amat sangat sedih.

Setelah itu diturunkan surat Al Muddatstsir. Maka beliau pun mulai berdakwah kepada manusia. Beliau menyeru mereka untuk bertauhid mengesakan Allah dalam peribadahan. Beliau memperingatkan mereka dari kesyirikan.
Wanita pertama yang beriman adalah Khadijah Rhodiallahu 'anha. Laki-laki yang pertama kali beriman adalah Abu Bakr Ash Shiddiq Rhodiallahu 'anhu. Anak-anak yang pertama kali beriman adalah Ali bin Abi Thalib Rhodiallahu 'anhu. Bekas budak yang pertama kali beriman adalah Zaid bin Haritsah Rhodiallahu 'anhu. Keluarga yang pertama kali beriman adalah keluarga Abu Bakr, Sa'ad bin Abi Waqqash, Utsman bin 'Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Az Zubair ibnul Awwam,dan Khalid bin Sa'ad bin Al Ash.

Telah turun ayat pada Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam, "Wahai orang yang berselimut. Bangunlah, lalu berikanlah peringatan." (QS. AI Muddatstsir: 1-2)

Maka Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam mulai berdakwah. Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Beliau mulai dengan mendakwahi orang-orang yang beliau percayai. Beliau terus berdakwah diam-­diam selama tiga tahun. Kemudian Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam diperintahkan untuk berdakwah dengan terang­-terangan.

Ketika itu turun firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Dan peringatkanlah kerabat-kerabatmu yang terdekat." (QS. AsySyu'ara': 214)

Maka Nabi Sholallahu 'alaihi wasalam menaiki bukit Shafa. Beliau berteriak, "Wahai manusia.....!" Kemudian orang-orang Quraisy berkumpul di hadapan beliau.

Beliau berkata: "Wahai Bani Fulan, wahai Bani Abdi Manaf, wahai Bani Abdil Muthalib, apa pendapat kalian seandainya aku kabarkan bahwa ada satu pasukan berkuda akan keluar dari kaki bukit ini, apakah kalian akan mempercayaiku?"

Mereka menjawab:
"Kami tidak pernah mendapatimu berdusta." Beliau berkata: "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian sebelum datangnya adzab yang pedih."

Maka Abu Lahab Paman Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam bangkit mendekat. Ia berkata: "Celakalah engkau! Apa hanya karena perkara ini engkau mengumpulkan kami?!"

Maka turunlah firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: "Celakalah kedua tangan Abu Lahab. Dan celakalah ia."

Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISLAMIC STORIES #10

Perang Badar Kubra bag.I (sebab terjadinya perang) Ahad, 26 November 2006 - Pukul: 01:33 WIB Alkisah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menerima kabar bahwa sebentar lagi kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan kaum muslimin dan kemudian bersabda kepada mereka, "Kafilah bangsa Quraisy sebentar lagi akan lewat. Mereka pasti membawa harta. Maka pergilah kalian untuk memerangi mereka! Semoga Allah memberikan kalian kekuatan untuk mengkocar-kacirkan mereka." Sementara itu, Abu Ayyub al-Anshari meriwayatkan: Pada saat kami berada di Madinah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku telah mendapatkan kabar bahwa kafilah Abu Sufyan tak lama lagi akan datang dari Syam. Maka, sepakatkah kalian bila kita menghadang dan menyerang mereka? Sebab, bisa jadi Allah akan memberikan kita kekuatan untuk mengambil harta rampasan...

ISLAMIC STORIES #12

Perang Badar Kubra bag.3 (sebelum dimulai peperangan) Kamis, 07 Desember 2006 - Pukul: 04:08 WIB Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan bagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Ini hanyalah sekedar pedapat, stategi, dan taktik perang." Maka Habab berkata, "Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sam...

ISLAMIC STORIES #2

Cerita Abu Qudamah Senin, 11 Desember 2006 - Pukul: 09:53 WIB Abu Qudamah dahulu dikenal sebagai orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tidak pernah dia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali dia selalu ikut serta bertempur di pihak kaum muslimin. Suatu ketika saat ia sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, ada seseorang yang menghampirinya seraya berkata: "Hai Abu Qudamah, anda adalah orang yang gemar berjihad di jalan Allah, maka ceritakanlah peristiwa paling ajaib yang pernah kau alami dalam berjihad." "Baiklah, aku akan menceritakannya bagi kalian," kata Abu Qudamah. "Suatu ketika aku berangkat bersama beberapa sahabatku untuk memerangi kaum Salibis di beberapa pos penjagaan dekat perbatasan. Dalam perjalanan itu aku melalui kota Raqqah (sebuah kota di Irak, dekat sungai Eufrat). Di sana aku membeli seekor unta yang akan kugunakan untuk membawa persenjataanku. D...