Langsung ke konten utama

MENGENAL RASULULLAH #5

AL 'ISRA' DAN AL MI'RAJ
Senin, 11 Desember 2006 - Pukul: 09:31 WIB


Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasalam telah menghadapi begitu banyak gangguan dan cobaan. Sekian banyak kesulitan di jalan dakwah kepada agama Allah. Kemudian kaum beliau pun mendustakan beliau. Lalu beliau juga menghadapi siksaan dari kabilah Tsaqif. Setelah semua kejadian ini, datanglah peristiwa Al Isra' dan Al Mi'raj. Isra'-Mi'raj mengokohkan diri beliau dan mengangkat kedudukan beliau.
Allah memperjalankan beliau di malam hari, inilah arti Isra'. Perjalanan itu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Kemudian Allah mengangkat beliau ke langit. Inilah arti Mi'raj. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Maha suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami barokahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". (QS. Al Isra':l)

Dalam perjalanan yang diberkahi ini, ditetapkan kewajiban baru yaitu shalat lima waktu. Pada mulanya shalat itu diwajibkan lima puluh kali dalam sehari. Kemudian Nabi
Sholallahu 'alaihi wasalam memohon keringanan kepada Rabb beliau. Sampai akhirnya shalat hanya diwajibkan lima kali sehari. Namun pahalanya seperti lima puluh kali shalat.

Ketika itu Rasulullah
Sholallahu 'alaihi wasalam diperjalankan dalam keadaan sadar. Dengan jasad dan ruh beliau.

Dakwah Kepada Kabilah-Kabilah di Musim Haji
Di musim haji, Nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wasalam berkeliling untuk menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah yang datang ke Makkah.

Pada tahun kesebelas kenabian, beliau bertemu dengan enam orang dari Yatsrib. Mereka berasal dari kabilah Khazraj. Beliau menyeru mereka kepada Islam. Maka mereka pun masuk Islam. Mereka berjanji kepada beliau untuk menawarkan Islam kepada keluarga mereka, setelah nanti mereka kembali ke Yatsrib.

Sumber: Muqarrar al-Mustawa Ats Tsalits fis Siratin Nabawiyyah—Syu'bah Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah al-Jami'ah al-Islamiyyah, Madinah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISLAMIC STORIES #10

Perang Badar Kubra bag.I (sebab terjadinya perang) Ahad, 26 November 2006 - Pukul: 01:33 WIB Alkisah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menerima kabar bahwa sebentar lagi kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan kaum muslimin dan kemudian bersabda kepada mereka, "Kafilah bangsa Quraisy sebentar lagi akan lewat. Mereka pasti membawa harta. Maka pergilah kalian untuk memerangi mereka! Semoga Allah memberikan kalian kekuatan untuk mengkocar-kacirkan mereka." Sementara itu, Abu Ayyub al-Anshari meriwayatkan: Pada saat kami berada di Madinah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku telah mendapatkan kabar bahwa kafilah Abu Sufyan tak lama lagi akan datang dari Syam. Maka, sepakatkah kalian bila kita menghadang dan menyerang mereka? Sebab, bisa jadi Allah akan memberikan kita kekuatan untuk mengambil harta rampasan...

ISLAMIC STORIES #12

Perang Badar Kubra bag.3 (sebelum dimulai peperangan) Kamis, 07 Desember 2006 - Pukul: 04:08 WIB Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan bagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Ini hanyalah sekedar pedapat, stategi, dan taktik perang." Maka Habab berkata, "Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sam...

ISLAMIC STORIES #2

Cerita Abu Qudamah Senin, 11 Desember 2006 - Pukul: 09:53 WIB Abu Qudamah dahulu dikenal sebagai orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tidak pernah dia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali dia selalu ikut serta bertempur di pihak kaum muslimin. Suatu ketika saat ia sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, ada seseorang yang menghampirinya seraya berkata: "Hai Abu Qudamah, anda adalah orang yang gemar berjihad di jalan Allah, maka ceritakanlah peristiwa paling ajaib yang pernah kau alami dalam berjihad." "Baiklah, aku akan menceritakannya bagi kalian," kata Abu Qudamah. "Suatu ketika aku berangkat bersama beberapa sahabatku untuk memerangi kaum Salibis di beberapa pos penjagaan dekat perbatasan. Dalam perjalanan itu aku melalui kota Raqqah (sebuah kota di Irak, dekat sungai Eufrat). Di sana aku membeli seekor unta yang akan kugunakan untuk membawa persenjataanku. D...