Langsung ke konten utama

RP 4.000.000 SEHARI HANYA MENONTON ACARA TV


RP 4.000.000 SEHARI HANYA MENONTON ACARA TV



Apakah anda gembira menonton televisi ? Maukah anda menggunakan televisi anda sebagai alat mencari uang ? salah satu caranya ialah dengan menjadikan acara berbelanja di rumah sebagai landasan anda untuk mencari uang. Dengan penelitian dan kajian yang baik mengenai pasaran lokal (di kawasan tempat tinggal anda) untuk mencari pasaran bagi produk yang luas.

Akhirnya anda akan mendapati bahwa acara berbelanja di rumah memang memberikan peluang yang hebat. Anda boleh membeli produk-produk tersebut dan menjualnya semula kepada pengguna lokal atau kawan-kawan anda. Anda juga boleh menjadi orang tengah dan mendapat keuntungan melalui usaha itu.

Umpamanya sebuah produk untuk kegunaan rumah itu berharga Rp50.000, anda mencari pasaran dan membuat pesanan secara pos bagi jumlah yang banyak kemudian anda menjualnya dengan harga Rp80.000. Setiap satu anda akan mendapat untung sebanyak Rp30.000. Ini adalah contoh termudah yang boleh dilakukan . Satu cara lagi untuk mencari uang hanya dengan acara infomericals yang keudara dan anda boleh memohon untuk menjadi  hos atau penyampai atau pembawa acara atau presenter untuk acara pengiklanan.

Anda mungkin boleh menghubungi salah sebuah statsiun televisi tersebut. Acara televisi dan penyiaran adalah merupakan satu industri yang sangat kompetitif pada masa sekarang. Disebabkan uang pengguna dan pengiklan adalah merupakan satu perkara penting yang perlu difikirkan di dalam penyusunan program jualan barang melalui acara  televisi , ia harus dilakukan dengan berhati-hati.

Persaingan yang ada di dalam industri ini juga telah memberikan peluang yang sangat besar kepada dunia bisnis. Jika anda boleh melakukan sesuatu kebaikan, contohnya dengan menjadikan jumlah penonton acara TV untuk produk tersebut meningkat sudah tentu anda bisa menjadi terkenal. Anda akan dicari serta ditawarkan peluang yang baik, atau anda bisa menjadi orang tengah (broker). Anda bisa menerima tawaran dengan mengikat kontrak dan sebagainya.

Anda juga bisa menjadi broker yang berperanan untuk mencari pasaran mengetahui pasaran pelanggan anda. Broker juga berperanan menghubungkan pihak pengiklan dengan pihak pengusaha statsiun televisi. Peranan broker sebagai orang tengah adalah penting apalagi apabila beliau telah biasa berurusan dan ini bisa memberikan komisi yang baik kepada pihak broker yang dibayar oleh pihak pengusaha statsiun dan juga pihak pengiklan.

Statsiun penyiaran merupakan satu industri yang sangat kompetitif dan kadar bayaran untuk iklan juga sangat besar dan berbeda-beda diantara satu dengan yang lain. Seringkali terjadi di mana sebuah statsiun penyiaran tidak mempunyai pegawai pemasaran yang mana boleh menjadi sumber penghasilan yang memang menguntungkan.

Sebagai seorang broker adalah menjadi tugas anda untuk mencari pasaran baru dan membantu statsiun penyiaran anda. Apabila berurusan dengan pelanggan anda (pengiklan), anda perlu menerangkan dan memberitahu bagaimana anda bisa menghematkan biaya mereka apakah dalam bentuk uang atau pun waktu dengan menggunakan cara khusus yang anda ketahui.

Ini karena budget pelanggan anda sudah tentu terbatas, mereka hanya akan membelanjakan uang kepada perkara yang lebih efektif saja. Mereka hanya akan lebih berminat dan tertarik kepada perkara yang bisa menambahkan uang mereka saja. Peranan sebagai seorang broker adalah untuk membantu mereka membuat keputusan penting ini.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISLAMIC STORIES #10

Perang Badar Kubra bag.I (sebab terjadinya perang) Ahad, 26 November 2006 - Pukul: 01:33 WIB Alkisah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam menerima kabar bahwa sebentar lagi kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan akan melintas dari perjalanan pulang mereka dari Syam. Maka, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam mengumpulkan kaum muslimin dan kemudian bersabda kepada mereka, "Kafilah bangsa Quraisy sebentar lagi akan lewat. Mereka pasti membawa harta. Maka pergilah kalian untuk memerangi mereka! Semoga Allah memberikan kalian kekuatan untuk mengkocar-kacirkan mereka." Sementara itu, Abu Ayyub al-Anshari meriwayatkan: Pada saat kami berada di Madinah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku telah mendapatkan kabar bahwa kafilah Abu Sufyan tak lama lagi akan datang dari Syam. Maka, sepakatkah kalian bila kita menghadang dan menyerang mereka? Sebab, bisa jadi Allah akan memberikan kita kekuatan untuk mengambil harta rampasan...

ISLAMIC STORIES #12

Perang Badar Kubra bag.3 (sebelum dimulai peperangan) Kamis, 07 Desember 2006 - Pukul: 04:08 WIB Dikisahkan, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam terlebih dahulu sampai di sumber mata air Badar dan memutuskan untuk berhenti di tempat itu. Dan itu merupakan bagian dari strategi agar pasukan kaum muslimin dekat dengan sumber air. Melihat hal itu, Habab ibn Mundzir berkomentar, "Wahai Rasulullah! Mengapa engkau memilih tempat ini sebagai pemberhentian kita? Apakah tempat ini memang telah ditentukan Allah kepadamu dan kita tidak dapat memajukan atau mengundurkannya sedikitpun, ataukah ini adalah bagian dari pendapat, strategi, dan siasat perang?" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam menjawab, "Ini hanyalah sekedar pedapat, stategi, dan taktik perang." Maka Habab berkata, "Wahai Rasulullah, jika demikian halnya, aku juga ingin mengemukakan pendapatku. Menurutku, tempat ini tidak tepat untuk kita berhenti. Sebaiknya kita terus berjalan hingga sam...

ISLAMIC STORIES #2

Cerita Abu Qudamah Senin, 11 Desember 2006 - Pukul: 09:53 WIB Abu Qudamah dahulu dikenal sebagai orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tidak pernah dia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali dia selalu ikut serta bertempur di pihak kaum muslimin. Suatu ketika saat ia sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, ada seseorang yang menghampirinya seraya berkata: "Hai Abu Qudamah, anda adalah orang yang gemar berjihad di jalan Allah, maka ceritakanlah peristiwa paling ajaib yang pernah kau alami dalam berjihad." "Baiklah, aku akan menceritakannya bagi kalian," kata Abu Qudamah. "Suatu ketika aku berangkat bersama beberapa sahabatku untuk memerangi kaum Salibis di beberapa pos penjagaan dekat perbatasan. Dalam perjalanan itu aku melalui kota Raqqah (sebuah kota di Irak, dekat sungai Eufrat). Di sana aku membeli seekor unta yang akan kugunakan untuk membawa persenjataanku. D...